Sahabat, kalian pernah mengalami kesulitan ketika harus mengerjakan sesuatu? Belum lagi ditambah dengan banyaknya tugas dan menghadapi orang lain untuk menjelaskan atau mempresentasikan tugas tersebut? Tekanan itulah yang membuat kita sering menjadi stres dan bingung harus memulai dari mana.
Merunut dari permasalahan itu, rasanya kepraktisan akan membuat segalanya menjadi mudah, sedangkan kemudahan membuat orang menjadi senang untuk mengerjakannya. Sehingga kita tidak mudah untuk putus asa dalam menghadapi kesulitan, karena Allah SWT menjadikan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Lihatlah di Al-Qur’an surah Al-Insyiroh Ayat 5-7: “karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.”
Ada beberapa tips untuk menjadikan segalanya mudah antara lain:
1. Mengemas tugas sedemikian rupa, mengikuti kaidah SMART
S : Spesific, artinya terfokus pada satu titik apa yang kita kerjakan
M : Measurable, artinya terukur, baik kemampuan maupun alat bantunya
A : Achievable, artinya bisa tercapai
R : Realistic, artinya masuk akal
T : Time bound, artinya memiliki target waktu.
2. Tidak bersikap kaku/jangan terlalu formal/rileks
Pernah nggak ngalamin beberapa hal ini, seperti harus berhadapan guru atau dosen yang menurut sebagian besar orang disebut ‘killer’, bos galak, atau nyonya rumah yang feodal? Kalau belum terbiasa, akan mendadak lemes (mengalami penurunan kondisi fisik), lutut gemetaran, jantung berdebar atau pun mules. So apa yang mau diungkapkan mendadak hilang atau ngomong jadi belepotan.
Untuk itu, ucapkan Bismillah, lantunkan doa dan tetapkan hati, kemudian buat suasana rileks dan menempatkan suasana hati kita di hadapan rekanan kita dengan baik serta pandai-pandailah mengambil hatinya, agar tugas berjalan dengan sukses.
3. Bersikap proaktif
Jangan hanya menunggu kabar berita yang datang menghampiri, tapi cobalah untuk mencari perkembangan berita. Siapa tahu rekanan kalian itu sedang sibuk atau lupa, sehingga tidak memberi informasi. Singkatnya informasi tidak berjalan searah. Untuk itu harus dijemput.
4. Bagaikan mengasah pisau tajam
Semakin sering seseorang berhadapan dengan masalah, maka semakin terlatihlah ia. Seberat apapun masalahnya, karena sudah rutin dan sering dijumpai, maka menjadi hal yang biasa baginya.
5. Ciptakan unsur rekreasi
Jika kalian pergi ke sebuah tempat untuk menunaikan tugas, sertakan niat silaturrahim atau sekedar refreshing. Atau kalau melaksanakan tugas yang berat, anggaplah itu hanya tes mental untuk menguji kemampuan kita saja. Karena jika akhirnya tugas tidak terlaksana, maka tidak akan merasakan kekecewaan yang mendalam.
Setelah kita sudah berusaha sebaik-baiknya, setelah itu tawakal, hasilnya sepenuhnya kita serahkan kepada Allah SWT.
Semoga dengan tips ini, kita tidak mudah putus asa dan bisa menjalankan tugas dengan baik untuk mengumpulkan kepingan-kepingan kecil kesuksesan. Untuk mencapai susunan terakhir puzzle kesuksesan di dunia dan di akhirat.
Sumber: